Berita DINAS KESEHATAN SELENGGARAKAN PENDAMPINGAN AKREDITASI PUSKESMAS TAHUN 2018

Posted on: 17 Apr 2018 Oleh DINAS KESEHATAN KABUPATEN BOYOLALI

        Boyolali. Bertempat di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, pada hari Senin tanggal 9 April 2018 Kadinkes dr. Ratri S. Survivalina, MPA membuka acara pendampingan Akreditasi Puskesmas bagi 3 Puskesmas yang direncanakan akan dinilai oleh Komisi Akreditasi FKTP Kementerian Kesehatan RI pada tahun ini.

        “Pada periode tahun 2016-2017 di Boyolali sudah ada 23 Puskesmas (88,5%) yang telah berhasil dinilai akreditasinya; 1 Puskesmas meraih akreditasi Utama, 17 Puskesmas terakreditasi Madya, dan 5 Puskesmas mendapat akreditasi Dasar” papar Ratri. Akreditasi Puskesmas merupakan salah satu mekanisme regulasi yang bertujuan untuk mendorong upaya penigkatan mutu dan kinerja pelayanan Puskesmas. Salah satu prinsip yang harus ditanamkan adalah, bahwa Akreditasi itu sesungguhnya adalah proses perbaikan mutu kinerja secara berkesinambungan, yang tidak akan berhenti setelah proses survei/penilaian berlangsung, tetapi harus terus berjalan selama Puskesmas itu masih berdiri.

        Puskesmas Boyolali II, Wonosegoro I dan Juwangi merupakan Puskesmas terakhir dalam roadmap Akreditasi Puskesmas di Kabupaten Boyolali, yang akan berproses untuk membangun sistem perbaikan mutu dan kinerja yang berkesinambungan serta berorientasi pada keselamatan pasien. Ketiga Puskesmas nantinya akan mendapat pendampingan dari Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali yang telah terbagi dalam 3 Pokja, yaitu Administrasi dan Manajemen (Admen), Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP). Pendampingan akreditasi Puskesmas kali ini diselenggarakan selama 6 hari secara bertahap sesuai kelompok kerja masing-masing tim.

       Seraya menutup acara pendampingan akreditasi Puskesmas, Ratri menyampaikan bahwa akreditasi Puskesmas tidak hanya menilai dokumen dan tampilan gedung Puskesmas, namun lebih kepada proses PDCA (Plan, Do, Check, Action) nya di Puskesmas. Bagaimana Puskesmas dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan bermutu kepada pasien dan masyarakat pengguna jasa pelayanan kesehatan dengan sarana prasarana dan sumberdaya manusia (SDM) yang ada.

I.       Pendampingan Pokja ADMEN (tanggal 9-10 April 2018)

        Kelompok Kerja Admen merupakan ruh-nya akreditasi Puskesmas. Karena pemenuhan terhadap standar administrasi dan manajemen Puskesmas memiliki nilai yang paling tinggi, pencapaian elemen penilaiannya harus lebih dari 75 persen. Proses akreditasi sebaiknya dimulai dari Pokja Admen, yang harus bekerja cepat dalam menyusun Pedoman Penyusunan Dokumen dan Pedoman Tata Naskah. Dalam proses penyusunan pedoman ini sebaiknya melibatkan semua ketua pokja dan koordinator Bab, agar semua pihak sama-sama memahami esensi dari pedoman tersebut dan akan menjadi sangat mudah dalam pengerjaan dokumen nantinya.

        Kelompok Kerja Admen harus bekerja sesuai dengan prosedur kerja sehingga diharapkan manajemen yang bagus akan menghasilkan pelayanan yang memuaskan. Admen yang dilakukan berdasarkan P1, P2, P3. P1 (Perencanaan) akan diwujudkan melalui PTP (Perencanaan Tingkat Puskesmas). P2 (Penggerakan Pelaksanaan) akan diwujudkan melalui pelaksanaan minilokakarya, baik itu minilokakarya bulanan maupun tribulan. P3 (Pengawasan, pengendalian dan evaluasi) akan diwujudkan melalui penilaian kinerja. Itulah inti dari manajemen sehingga diharapkan akan ditindaklanjuti semua tahapan tersebut melalui PDCA ( Plan, Do, Chek, dan Action).

      Diharapkan Puskesmas bisa memahami sistem manajemen yang telah diterapkan agar pelayanan di Puskesmas outputnya memuskan serta memberikan sebuah manfaat terhadap masyarakat dan petugas.

II.      Pendampingan Pokja UKM (tanggal 11-12 April 2018)

       Dalam melaksanakan kegiatan di Puskesmas tentunya kita memperhatikan kebutuhan dan harapan masyarakat, kelompok masyarakat maupun individu yang menjadi sasaran kegiatan UKM Puskesmas. Melihat tujuan mulia diatas tentunya kerjasama tim di Puskesmas sangat diperlukan dengan mempertimbangkan semua sektor terkait di dalam elemen-elemen pokok kegiatan Puskesmas.

        Bagaimana cara Puskesmas melayani masyarakat mulai dari merencanakan, melaksanakan, monitoring, evaluasi dan tindak lanjut  yang dikenal dengan istilah PDCA ( Plan, Do, Check, Action)  dilaksanakan secara terus menerus pada semua program, baik program UKM esensial dan UKM Pengembangan. Setiap pengelola program harus membuat suatu INOVASI bersama masyarakat untuk memecahkan masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat.

        Masyarakat diharapkan menyampaikan masalah kesehatan kepada pihak Puskesmas, baik secara langsung maupun melalui kotak saran dan media informasi lainnya. Keluhan masyarakat yang masuk ke Puskesmas akan ditindak lanjuti, sehingga masyarakat merasa dilayani dengan baik dan memuaskan.

III.     Pendampingan Pokja UKP (tanggal 23-24 April 2018)      

  

       Pelayanan Puskesmas dimulai dari pasien datang di pendaftaran kemudian dilayani di ruangan (Pelayanan Umum, Pelayanan Gigi, KIA/KB dan lain-lain), dilanjutkan ke laboratorium, mengambil obat di apotik, sampai pasien pulang terlayani dengan pelayanan paripurna.

       Dalam memberikan pelayanan kesehatan, faktor keselamatan menjadi hal penting baik untuk pasien maupun petugas kesehatan. Upaya meningkatkan keselamatan dapat dilakukan melalui prinsip manajemen risiko dan menghindari cedera pada pasien akibat pelayanan yang diberikan. Mengurangi risiko cedera, infeksi, atau bahaya lain terkait pelayananan kesehatan dapat dilakukan oleh Puskesmas dengan mengimplementasikan standar-standar mutu yang terkait dengan keselamatan dan manajemen risiko.

DOKUMENTASI :

    

 

  

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız