Berita DINAS KESEHATAN GELAR WORKSHOP MANAJEMEN RISIKO DAN KESELAMATAN PASIEN

Posted on: 14 May 2018 Oleh DINAS KESEHATAN KABUPATEN BOYOLALI

       Surakarta. Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yaitu Puskesmas serta menyiapkan prasyarat menuju Akreditas Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali melaksanakan kegiatan WORKSHOP MANAJEMEN RISIKO DAN KESELAMATAN PASIEN selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 3-4 Mei 2018.

       Kegiatan berlangsung di Hotel Assalam Syariah dengan menghadirkan narasumber dari surveior Akreditasi FKTP Kementerian Kesehatan RI yaitu DR. dr. Tubagus Rachmat Sentika, Sp.A, MARS, dr. Hafni Zahara, MARS dan dr. Insi Farisa Desy Arya, M.Si. Materi yang disampaikan dalam acara ini meliputi :

1.    Program Mutu dan Keselamatan Pasien

2.    Standar Akreditasi Tentang Keselamatan Pasien dan Manajemen Resiko

3.    Konsep Manajemen Resiko dalam Pelayanan Kesehatan di FKTP

4.    RCA dan FMEA

5.    Cara Mengidentifikasi Resiko

6.    Program Pencegahan Infeksi

       Peserta sejumlah 147 orang berasal dari 26 Puskesmas yang telah disiapkan untuk melaksanakan proses akreditasi Puskesmas tahun 2018 dan Re-akreditasi tahun 2019 serta Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali. Sambutan hangat dari Bapak Wakil Bupati Boyolali dalam menghadiri acara pembukaan workshop ini memberikan motivasi tersendiri bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali beserta jajarannya untuk lebih bersemangat dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat di Kabupaten Boyolali.

   

       Workshop Manajemen Risiko dan Keselamatan Pasien ini sebagai langkah persiapan menuju akreditasi dan re-akreditasi Puskesmas dengan penguatan tim Puskesmas dan Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali dalam mengelola risiko, meningkatkan mutu layanan dan keselamatan pasien. Dengan terbentuknya komitmen seluruh Puskesmas dan Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali diharapkan mampu meningkatkan etos kerja dan keterampilan menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing, terkait pengelolaan risiko layanan dan keselamatan pasien. Dalam workshop ini antara lain membahas tentang pemahaman peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kebijakan keselamatan pasien yang menjadi acuan untuk diterapkan di Puskesmas agar dapat terstandar. Diharapkan dengan adanya workshop ini, Puskesmas tidak hanya mampu menuangkan dalam bentuk kebijakan tetapi juga mampu untuk mengimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari di Puskesmas dalam menangani pasien.

       Pada acara penutupan, Kepala Dinas Kesehatan dr. Ratri S. Survivalina, MPA berpesan dengan dilaksanakannya kegiatan workshop ini, Puskesmas yang akan dilakukan penilaian akreditasi lebih mampu mempersiapkan diri untuk melengkapi elemen yang akan menjadi penilaian akreditasi. Tidak hanya dalam hal kelengkapan dokumen berupa SK Kepala Puskesmas maupun standar operasional prosedur (SOP), tetapi yang utama harus mampu melaksanakannya secara berkesinambungan dalam praktek pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya workshop ini bisa lebih mengoptimalkan peran dan fungsi Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan yang terstandar, aman dan nyaman dimanfaatkan masyarakat imbuhnya lagi.

 

Berita

Pengumuman

Link SKPD