Berita SOSIALISASI DAN LAUNCHING LAYANAN LaRI (LABORTORIUM RUJUKAN INTERMEDIATE) TBC PADA LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH (LABKESDA) KABUPATEN BOYOLALI

Posted on: 07 Jun 2018 Oleh DINAS KESEHATAN KABUPATEN BOYOLALI

       Boyolali. Salah satu program penanggulangan penyakit yang menjadi komitmen global maupun nasional adalah pemberantasan penyakit TBC (Tuberculosis). TBC  adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium Tuberculosis). Sebagian besar kuman TBC menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Sumber penularan TBC adalah pasien TBC BTA positif. Pada waktu batuk atau bersin, pasien menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet nuclei). Selanjutnya bakteri akan masuk ke dalam tubuh orang lain melalui udara yang dihirup. Hal inilah yang dapat menyebabkan seseorang tertular penyakit TBC

      Komitmen nasional terkait pemberantasan penyakit TBC kembali ditegaskan dan menjadi isu utama dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional  (Rakerkesnas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia  yang dilaksanakan pada tanggal 5 – 8 Maret 2018 dan diikuti peserta baik dari pusat, daerah maupun UPT sejumlah 1.800 orang. Tema utama Rakerkesnas Tahun 2018 adalah sinergisme Pusat dan Daerah dalam Mewujudkan “Universal Health Coverage” dimana Percepatan Eliminasi TBC menjadi salah satu program utamanya.

     Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada tahun 2017, Indonesia menduduki peringkat kedua dengan jumlah penderita TBC terbanyak di dunia. Jawa Tengah merupakan provinsi dengan suspek/tersangka TBC sebanyak 100.342 orang. Menurut data dari Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, penemuan kasus TBC (BTA+) di Kabupaten Boyolali tahun 2017 dilaporkan sebanyak 568 kasus.

       Diagnosa tuberkulosis sangat tergantung pada pemeriksaan mikroskopis sediaan dahak sehingga jaminan mutu atas layanan laboratorium mikroskopis TBC sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang dapat diandalkan dan akurat. Oleh karena itu hasil pemeriksaan Laboratorium TBC harus selalu terjamin mutunya karena digunakan untuk diagnosis dan pemberian obat serta pemantauan pengobatan penderita TBC.

       Untuk menjamin mutu layanan laboratorium mikroskopis TBC, perlu terus dilakukan kegiatan pemantapan mutu internal (PMI) dan pemantapan mutu eksternal (PME). Kegiatan PMI dapat dilakukan secara mandiri oleh masing-masing layanan laboratorium mikroskopis. Sedangkan untuk kegiatan PME setiap laboratorium mikroskopis TBC mempunyai kewajiban mengikuti uji silang dimana hasil dari pembacaan mikroskopis laboratoriumnya perlu dibaca / diuji oleh Laboratorium yang mempunyai jenjang di atasnya.

    Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, dijelaskan bahwa semua laboratorium yang melaksanakan pemeriksaan TBC harus berada dalam jejaring laboratorium TBC di wilayah kerjanya dan berfungsi sesuai dengan jenjangnya.

       Pada tanggal 28 Mei 2018 bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, dr. Ratri S. Survivalina, MPA membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi dan Launching Layanan LaRI (Laboratorium Rujukan Intermediate) TBC pada Labkesda Kabupaten Boyolali sekaligus memberikan arahan terkait dengan kebijakan dan program penanggulangan TBC. 

      Dengan diluncurkannya layanan LaRI pada Labkesda Kabupaten Boyolali, maka kemampuan layanan Labkesda semakin berkembang sehingga pada saat ini  Labkesda Kabupaten Boyolali sudah mampu memberikan pelayanan pemeriksaan untuk laboratorium  rujukan uji silang TBC bagi puskesmas dan rumah sakit di wilayah Kabupaten Boyolali. Puskesmas dan Rumah Sakit dapat mengirimkan slide TBC nya setiap 3 bulan sekali ke Labkesda Kabupaten Boyolali untuk dilakukan uji silang.

      Cakupan fasyankes yang sudah mengirimkan slide TBC ke Labkesda Kabupaten Boyolali untuk Tribulan I sebesar 52,8% atau 19 fasyankes  (3 RS dan 16 puskesmas ) dari 36 fasyankes yang melaksanakan pemeriksaan mikroskopis TBC. Diharapkan untuk Tribulan II dan selanjutnya semua fasyankes yang melaksanakan pemeriksaan mikroskopis TBC di wilayah Kabupaten Boyolali dapat mengikuti uji silang di Labkesda Kabupaten Boyolali. guna menjamin mutu layanan laboratorium mikrokopis TBC nya.

1.     Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, dr.Ratri S. Survivalina, MPA membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi dan Launching Layanan LaRI (Laboratorium Rujukan Intermediate) TBC sekaligus memberikan arahan terkait kebijakan dan program penanggulangan TBC, didampingi Kabid P2P (dr. Sherly Jeanne Kilapong) dan Kasi P2M (Suminiarti, S.Kep).

   

  

2.     Penandatanganan secara simbolis Perjanjian Kerjasama Rujukan Uji Silang TBC antara Kepala Puskesmas Ngemplak , dr. Eko Widatik (Puskesmas Rawat Inap Perkotaan) dan Kepala Puskesmas Boyolali I, Sri Suparti SKM (Puskemas Rawat Jalan Perkotaan) dengan Kepala Labkesda Kabupaten Boyolali (Anjar Kusumo Jati, SKM, M.Kes), mengetahui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali  (dr. Ratri S. Survivalina, MPA).

   

3.        Penerimaan slide TBC dari fasyankes untuk diuji silang di Labkesda Kabupaten Boyolali

   

4.    Pemeriksaan Uji Silang Slide TBC di Labkesda Kab. Boyolali

Berita

Pengumuman

Link SKPD