Berita LAUNCHING SAHABAT IBU SEHATI (SATITI)

Posted on: 29 Jun 2018 Oleh DINAS KESEHATAN KABUPATEN BOYOLALI

     Boyolali. Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dengan terwujudnya derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya.

     Germas merupakan gerakan lintas sektor untuk meningkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan. Hal ini disebabkan karena dalam 4 tahun terakhir terjadi pergeseran pola penyakit. Jika dulu penyakit menular merupakan penyakit terbanyak dalam pelayanan kesehatan, saat ini bergeser Penyakit Tidak Menular yang memiliki proporsi utama. Hal ini merupakan fenomena yang terjadi pada Negara berkembang seperti Indonesia. Tren ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup masyarakat, pola hidup yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik dan merokok.

     Permasalahan di Boyolali kasus kematian ibu dan bayi di awal tahun telah mencapai angka yang cukup tinggi. Demikian pula permasalahan-permasalahan kesehatan yang lainnya. diantaranya kasus kematian balita, kasus stunting, kasus DBD yang meningkat dan merebaknya kasus Diphteri serta masalah sanitasi berbasis masyarakat yang kesemuanya merupakan komponen-komponen yang vital dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan yang lebih baik, sehingga perlu mendapatkan perhatian yang serius.

     Sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Surat Keputusan Bupati Boyolali Nomor: 440/500 Tahun 2017 tentang Pembentukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Kabupaten Boyolali, maka semua Instansi Kesehatan diharapkan untuk melakukan Germas dalam bentuk melaksanakan budaya melakukan aktifitas fisik minimal 30 menit setiap hari, melaksanakan budaya konsumsi buah dan sayur setiap hari, melakukan kampanye tidak merokok, kampanye tidak mengkonsumsi alkohol, anjuran cek kesehatan secara rutin, melakukan gerakan menjaga kebersihkan lingkungan, anjuran menggunakan jamban sehat, melakukan gerakan pemanfaatan pekarangan dan peningkatan konsumsi makanan bergizi dan melakukan gerakan ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan.

    Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali dalam susunan rangkaian kegiatan “GEBYAR BOYOLALI EMAS” telah berhasil melaksanakan kegiatan mulai dari Car Free Day Dinas Kesehatan, Pencanangan Gebyar Boyolali Emas dan Karnaval Posyandu beserta Komunitas. Bulan Juni 2018 dilanjutkan kegiatan Jambore Kader Kesehatan yang menjadi tuan rumah yaitu Eks Kawedanan Simo.

     Puncak acara jambore Kader berupa babak final lomba cerdas cermat yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 25 Juni 2018 di Balai Sidang Mahesa atau Dome dan dilanjutkan Launching Satiti (Sahabat Ibu Sehati). Sahabat Ibu Sehati atau SATITI adalah sebuah program baru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali yang bertujuan untuk akselerasi menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan angka Kematian Balita (AKABA) di Kabupaten Boyolali dengan 7 Strategi Operasional. Dalam acara tersebut Kepala Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali mempublikasikan dan memberikan cara untuk instalasi Aplikasi SATITI.

     Dalam acara ini turut mengundang Sesepuh Boyolali Bapak Seno Kusumoarjo,Bupati Boyolali drs. Seno Samodro, Kadinkes Provinsi Jawa Tengah dr. Yulianto Prabowo. M.Kes, seluruh Camat dan Kepala Desa di Kabupaten Boyolali, Direktur Rumah Sakit dan komite medic, Puskesmas, Bidan Desa dan Jajaran kader Kesehatan

DOKUMENTASI :

  

  

  

   

    

Berita

Pengumuman

Link SKPD