Berita DINKES SELENGGARAKAN SOSIALISASI AKREDITASI KLINIK

Posted on: 25 Oct 2018 Oleh DINAS KESEHATAN KABUPATEN BOYOLALI

        Sukoharjo. Untuk pertama kalinya Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali mengundang pimpinan/penanggungjawab klinik yang ada di wilayah Kabupaten Boyolali dalam rangka kegiatan pengawasan dan pembinaan FKTP melalui akreditasi. Kegiatan ini berlangsung di aula Assalaam Syariah Hotel pada tanggal 22 dan 23 Oktober 2018. Dalam pertemuan ini dibahas mengenai sosialisasi dan persiapan rodmap akreditasi FKTP.

        Sistem kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari pembangunan kesehatan. Sistem kesehatan ini tidak hanya dijalankan oleh pelaku yang berasal dari kelompok pemerintah, tetapi juga ada pelaku dari sektor swasta, terutama untuk penyedia layanan kesehatan dan pembiayaan kesehatan.

     Keberadaan sektor swasta dengan berbagai macam motif dan bentuk organisasinya telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam pencapaian kinerja sistem kesehatan. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk pengembangan peran sektor swasta dan masih terbukanya kesempatan untuk menyamakan misi antara pelaku dari pemerintah dan pelaku dari swasta. Pemerintah telah menetapkan Permenkes No.9 tahun 2014 tentang Klinik yang menggariskan bahwa klinik menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat promoti, preventif, kuratif dan rehabilitatif dalam bentuk pelayanan rawat jalan, rawat inap, pelayanan satu hari (one day care) dan/atau kunjungan rumah.

     

     Berdasarkan data bulan September 2018 yang ada di Kabupaten Boyolali terdapat 140 FKTP yang terdiri dari 26 FKTP milik Pemerintah (Puskesmas) dan 114 FKTP swasta. FKTP swasta tersebut terdiri dari 11 Klinik Pratama Rawat Jalan, 8 Klinik Pratama Rawat Inap dan 95 Praktik Mandiri Dokter/Dokter Gigi. Di luar data tersebut ada beberapa klinik swasta yang sedang berproses dalam mendapatkan izin pendirian maupun izin operasionalnya.

      Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 99 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013 Tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional ditetapkan bahwa pada salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh FKTP untuk bisa bekerjasama dengan BPJS adalah sudah terakreditasi paling lambat pada tahun 2023. Untuk mendukung hal ini maka Pemerintah telah menetapkan Permenkes Nomor 46 tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi.

  

     Klinik merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Klinik merupakan gate keeper (penjaga gawang) dalam memberikan pelayanan Kedokteran kepada masyarakat harus dapat menyediakan pelayanan tingkat pertama yang aman dan bermutu. Untuk menilai apakah pelayanan klinis dan sistem manajemen mutu di klinik berjalan dengan baik, aman dan minimal dari risiko, serta dilakukan upaya perbaikan proses pelayanan secara berkesinambungan dan konsisten, maka perlu dilakukan penilaian akreditas terhadap klinik dalam memberikan pelayanan klinis kepada masyarakat.

      Hingga saat ini FKTP swasta yang ada di Kabupaten Boyolali belum ada yang berstatus terakreditasi. Sedangkan FKTP milik Pemerintah ada 23 yang sudah terakreditasi yaitu 23 Puskesmas. Diharapkan pada akhir tahun 2018 akan terakreditasi menjadi 26 FKTP. Melalui kegiatan Pengawasan dan Pembinaan Fasilitas Kesehatan dengan akreditasi FKTP ini diharapkan pelayanan kesehatan yang diberikan akan lebih optimal dan maksimal kontribusinya, supaya akses pelayanan kesehatan yang lebih terjangkau dan bermutu dapat dirasakan oleh masyarakat Boyolali.

     Seraya mengakhiri sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali dr. Ratri S. Survivalina berharap para peserta sosialisasi mendapatkan tambahan ilmu tentang akreditasi klinik dan dapat menindaklanjutinya, sehingga semua fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Boyolali mempunyai standar yang sama dalam upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien secara berkesinambungan.

Berita

Pengumuman

Link SKPD