Berita “GENGGAM JEMARI UNTUK INDONESIA” TIM KESEHATAN (PSC 119) DINKES BOYOLALI DAN SPESIAL SAMBAL IKUT BERPARTISIPASI KE PALU DAN DONGGALA

Posted on: 06 Nov 2018 Oleh DINAS KESEHATAN KABUPATEN BOYOLALI

      Sulawesi Tengah. Gempa yang disertai dengan tsunami yang melanda Kota Palu, Sigi dan Donggala pada 28 September yang lalu masih menyisakan kerusakan bagi masyarakat setempat. Sudah sekitar dua pekan berlalu setelah bencana tersebut berbagai daerah di Sulawesi Tengah masih lumpuh dan hingga sekarang masih membutuhkan bantuan dan uluran tangan.

      Menanggapi bencana alam yang terjadi dan perlunya bantuan untuk masyarakat disana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) tergerak untuk ikut peduli membantu saudara saudara yang terkena bencana. Hal tersebut direalisasikan dengan pengiriman tim kesehatan ke Palu yang dimulai dari tanggal 7 Oktober hingga 18 Oktober yang ber anggota dokter, bidan dan perawat serta karyawan karyawati warung Spesial Sambal.

      Diterangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, dr. Ratri S. Survivalina, MPA program yang diberi nama “Genggam Jemari Untuk Indonesia” ini merupakan program kolaborasi dengan salah satu warung makan di Boyolali yaitu Warung Spesial Sambal ( SS ) yang berkantor pusat di Jogjakarta dan memiliki cabang  80 warung di seluruh Indonesia, dan sekarang baru berproses membuka cabang ke luar negeri.

       Dengan menggandeng sejumlah karyawan warung tersebut, program ini menyasar pada pemberian pelayanan kesehatan dan fasilitas dapur umum.sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan untuk membantu masyarakat di Palu dan sekitarnya.

    

      Tim PSC 119 dan Karyawan Spesial Sambal berangkat pada tanggal 7 Oktober melalui jalur udara, naik dari bandara Adi Sudjipto Jogjakarta dan turun di Makasar kemudian ganti pesawat, karena pada saat itu hanya pesawat tertentu yg bisa mendarat di landasan Bandara Palu karena ada kerusakan di bandara tersebut. Sampai di Palu tim PSC 119 Dinkes Boyolali beserta Karyawan Spesial Sambal bergabung dengan Batalyon Raksatama Infanteri 711.

  

       Tim PSC 119 dan Karyawan Spesial Sambal berada di lokasi bencana mulai dari tanggal 7 oktober 2018 sampai dengan 18 Oktober 2018 memberikan pelayanan kesehatan kepada 800 pasien dengan jumlah tertinggi penderita penyakit ispa, selanjutnya berupa penyakit kulit menular di pengungsian, persalinan dan kasus-kasus kehamilan yang berisiko tinggi lainnya.

      Pada tanggal 18 oktober 2018 Tim PSC 119 dan Karyawan Spesial Sambal pulang kembali ke Boyolali karena banyak rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain yang sudah mulai membuka pelayanan. Semoga Masyarakat di Palu, Donggala dan yang terkena musibah bencana alam selalu diberikan ketabahan dan segera bangkit untuk memulai Aktivitas seperti biasa.

Dokumentasi :

   

   

   

    

    

Berita

Pengumuman

Link SKPD